Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf .
Di sana cuma ada tempat tinggal burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna …
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.
Syair Jalaludin Rumi
Jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku. - syair jalaludin rumi -
Senin, 04 Juli 2011
Aku adalah Kehidupan Kekasihku
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, istrinya Adam,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …
Syair Jalaludin Rumi
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, istrinya Adam,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …
Syair Jalaludin Rumi
Manunggaling Kawulo Gusti
Manunggaling Kawula Gusti
Aku ini adalah diriMu
Jiwa ini adalah jiwaMu
Rindu ini adalah rinduMu
Darah ini adalah darahMu
Aku ini adalah diriMu
Jiwa ini adalah jiwaMu
Rindu ini adalah rinduMu
Darah ini adalah darahMu
Dalam Dekapan Ukhuwah
karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
- Salim A fillah -
Bissmillahirrohmanirrochim
Priaku mungkin tak seindah ikhwanku
mungkin belumlah layak menjadi imam
Hanya saja,
cerita-cerita sederhana itu,
seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.
“bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta.”
Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit,
atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua,
dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri
adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.
“Akankah kita mampu bertahan ?”
Kudo’akan kita masih Istiqomah,
kita tak mau kalah untuk berkeringat,
kita tak mau resah untuk sebuah pekerjaan yang terasa berat.
Kutitipkan semua kekuatan yang mungkin aku punya dan kau tak punya,
agar ia terbang bersama, kemudian kita mampu saling bertukar semangat
Kukirimkan setumpuk harap yang sederhana,
namun berharap ia mampu saling menguati,
kalimat sederhana ini hanyalah catatan-catatan bagi cerita perjalanan kita
yang tak banyak diketahui orang selain diri kita,
Allah dan orang-orang yang ikhlas bersama-Nya
Kutanamkan ikhlas sebagai pedoman,
kusemai iman sebagai kekuatan,
dan kusuburkan keyakinan sebagai jawaban dari setiap persoalan.
Seperti hamparan kisah Hajar dengan keyakinannya pada Allah,
seperti tumpukan rasa yakin Yunus as dalam do’a-do’a penuh penghambaannya.
Semuanya, ikhlas, iman, dan keyakinan yang kokoh mengakar dalam diri kita
Kupelajari satu yang tak pernah kudapat dari yang lain.
Bahwa kuliah bukan hanya berarti melakukan apa-apa yang kita cintai.
Namun kuliah, juga merupakan terjemahan dari berlelah-lelah bagi apa yang kita tidak sukai,
bahkan sekalipun itu menyangkut dengan kenyamanan hidup kita.
Maka karena kita telah berani untuk bersumpah dan mencari ilmu bersama-Nya,
jadilah hati dan jiwa kita takkan pernah habis di isi kekuatan oleh-Nya untuk bergerak,
takkan pernah habis diisi dengan mata air segar yang selalu memancarkan kebaikan dalam episode-episode hari kita.
Kusadari, bahwa setiap perjuangan bukanlah hal yang mudah.
Ia meleburkan semua kebahagiaan,
menghapus semua sifat pengandaian kita,
menghujam dan menusuk semua sifat kemalasan kita,
hanya saja,
disetiap akhir cerita yang panjang dan menguras tenaga ini,
Allah selalu menggantinya dengan kebahagiaan yang merasuk,
kenyamanan yang membumi,
hingga getar-getar cinta yang agung dan merambat di dalam jiwa-jiwa kita agar selalu tunduk pada-Nya..
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
- Salim A fillah -
Bissmillahirrohmanirrochim
Priaku mungkin tak seindah ikhwanku
mungkin belumlah layak menjadi imam
Hanya saja,
cerita-cerita sederhana itu,
seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.
“bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta.”
Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit,
atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua,
dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri
adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.
“Akankah kita mampu bertahan ?”
Kudo’akan kita masih Istiqomah,
kita tak mau kalah untuk berkeringat,
kita tak mau resah untuk sebuah pekerjaan yang terasa berat.
Kutitipkan semua kekuatan yang mungkin aku punya dan kau tak punya,
agar ia terbang bersama, kemudian kita mampu saling bertukar semangat
Kukirimkan setumpuk harap yang sederhana,
namun berharap ia mampu saling menguati,
kalimat sederhana ini hanyalah catatan-catatan bagi cerita perjalanan kita
yang tak banyak diketahui orang selain diri kita,
Allah dan orang-orang yang ikhlas bersama-Nya
Kutanamkan ikhlas sebagai pedoman,
kusemai iman sebagai kekuatan,
dan kusuburkan keyakinan sebagai jawaban dari setiap persoalan.
Seperti hamparan kisah Hajar dengan keyakinannya pada Allah,
seperti tumpukan rasa yakin Yunus as dalam do’a-do’a penuh penghambaannya.
Semuanya, ikhlas, iman, dan keyakinan yang kokoh mengakar dalam diri kita
Kupelajari satu yang tak pernah kudapat dari yang lain.
Bahwa kuliah bukan hanya berarti melakukan apa-apa yang kita cintai.
Namun kuliah, juga merupakan terjemahan dari berlelah-lelah bagi apa yang kita tidak sukai,
bahkan sekalipun itu menyangkut dengan kenyamanan hidup kita.
Maka karena kita telah berani untuk bersumpah dan mencari ilmu bersama-Nya,
jadilah hati dan jiwa kita takkan pernah habis di isi kekuatan oleh-Nya untuk bergerak,
takkan pernah habis diisi dengan mata air segar yang selalu memancarkan kebaikan dalam episode-episode hari kita.
Kusadari, bahwa setiap perjuangan bukanlah hal yang mudah.
Ia meleburkan semua kebahagiaan,
menghapus semua sifat pengandaian kita,
menghujam dan menusuk semua sifat kemalasan kita,
hanya saja,
disetiap akhir cerita yang panjang dan menguras tenaga ini,
Allah selalu menggantinya dengan kebahagiaan yang merasuk,
kenyamanan yang membumi,
hingga getar-getar cinta yang agung dan merambat di dalam jiwa-jiwa kita agar selalu tunduk pada-Nya..
terkubur di tanah
Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan
Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta
Setiap orang yang jauh dari sumbernya
Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula
Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan
Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta
Setiap orang yang jauh dari sumbernya
Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula.
Mencinta adalah mencapai Tuhan
Takkan pernah lagi dada seorang Pencinta merasakan kesedihan
Takkan pernah lagi jubah seorang Pencinta tersentuh kematian
Takkan pernah lagi jazad seorang Pencinta ditemukan terkubur di tanah
Mencinta adalah mencapai Tuhan
jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.
Kenapa aku harus mencari?
Aku sama dengannya
Jiwanya berbicara kepadaku
Yang kucari adalah diriku sendiri!
“Wahai kegilaan yang membuai, Kasih !
Engkau Tabib semua penyakit kami !
Engkau penyembuh harga diri,
Engkau Plato dan Galen kami !
Aku adalah kehidupan dari yang kucintai
Apa yang dapat kulakukan hai orang-orang Muslim ?
Aku sendiri tidak tahu.
Aku bukan orang kristen, bukan orang Yahudi, bukan orang Magi, bukan orang Mosul,
Bukan dari Timur, bukan dari barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Bukan dari tambang Alama, bukan dari langit yang melingkar,
Bukan dari bumi, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Bukan dari singgasana, bukan dari tanah, dari eksistensi, dari ada,
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqsee,
Bukan dari kerajaan-kerajaan Irak dan Kurasan,
Bukan dari dunia ini atau yang berikutnya; dari syurga atau neraka,
Bukan dari Adam, Hawa, taman-taman syurgawi, atau firdausi,
Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak,
Bukan raga atau jiwa; semua adalah kehidupan dari yang kucintai.
Lewat Cintalah semua yang pahit akan jadi manis,
Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas,
Lewat cintalah semua endapan akan jadi anggur murni,
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat,
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup,
Lewat cintalah Raja jadi budak
Syair jalaludin rumi
Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta
Setiap orang yang jauh dari sumbernya
Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula
Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan
Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta
Setiap orang yang jauh dari sumbernya
Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula.
Mencinta adalah mencapai Tuhan
Takkan pernah lagi dada seorang Pencinta merasakan kesedihan
Takkan pernah lagi jubah seorang Pencinta tersentuh kematian
Takkan pernah lagi jazad seorang Pencinta ditemukan terkubur di tanah
Mencinta adalah mencapai Tuhan
jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.
Kenapa aku harus mencari?
Aku sama dengannya
Jiwanya berbicara kepadaku
Yang kucari adalah diriku sendiri!
“Wahai kegilaan yang membuai, Kasih !
Engkau Tabib semua penyakit kami !
Engkau penyembuh harga diri,
Engkau Plato dan Galen kami !
Aku adalah kehidupan dari yang kucintai
Apa yang dapat kulakukan hai orang-orang Muslim ?
Aku sendiri tidak tahu.
Aku bukan orang kristen, bukan orang Yahudi, bukan orang Magi, bukan orang Mosul,
Bukan dari Timur, bukan dari barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Bukan dari tambang Alama, bukan dari langit yang melingkar,
Bukan dari bumi, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Bukan dari singgasana, bukan dari tanah, dari eksistensi, dari ada,
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqsee,
Bukan dari kerajaan-kerajaan Irak dan Kurasan,
Bukan dari dunia ini atau yang berikutnya; dari syurga atau neraka,
Bukan dari Adam, Hawa, taman-taman syurgawi, atau firdausi,
Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak,
Bukan raga atau jiwa; semua adalah kehidupan dari yang kucintai.
Lewat Cintalah semua yang pahit akan jadi manis,
Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas,
Lewat cintalah semua endapan akan jadi anggur murni,
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat,
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup,
Lewat cintalah Raja jadi budak
Syair jalaludin rumi
Kamis, 23 Juni 2011
Tak perlu PINTAR untuk meraih sebuah kesuksesan
berjuta orang berharap terlahir pintar.
dan berjuta orang pintar yang terlahir pintar tak pandai bersyukur.
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
tak bisa mengklaim bahwa " saya pintar . saya bodoh "
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
tak tahu apa rencana Tuhan di hari esok.
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
berharap akan menjadi orang sukses nantinya.
berjuta orang sukses terlahir dari orang - orang bodoh.
berjuta dari mereka mengalami kegagalan.
berjuta ilmuan berusaha menggapai apa yang tertunda.
berjuta mahasiswa belajar menjadi seorang mahasiswa ideal.
berjuta pemuka agama berdoa untuk keselamatan saudaranya.
dan kini..
beban berjuta orang yang akan terekam dalam benak dan pundak kami :)
Rizky Fitri Amalia Istighfaroh
Surabaya . 14 oktober 2010
dan berjuta orang pintar yang terlahir pintar tak pandai bersyukur.
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
tak bisa mengklaim bahwa " saya pintar . saya bodoh "
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
tak tahu apa rencana Tuhan di hari esok.
aku kamu dia dan kalian bahkan saya.
berharap akan menjadi orang sukses nantinya.
berjuta orang sukses terlahir dari orang - orang bodoh.
berjuta dari mereka mengalami kegagalan.
berjuta ilmuan berusaha menggapai apa yang tertunda.
berjuta mahasiswa belajar menjadi seorang mahasiswa ideal.
berjuta pemuka agama berdoa untuk keselamatan saudaranya.
dan kini..
beban berjuta orang yang akan terekam dalam benak dan pundak kami :)
Rizky Fitri Amalia Istighfaroh
Surabaya . 14 oktober 2010
Untuk langkah awal, dengan bissmillah
Bissmillahirrohmanirrohim..
In the name of Allah most gracious most merciful..
Memilih dan melabuhkan langkah ini pada sebuah tulisan sederhana yang akan menjadi titik titik sederhana untuk berkarya, bersuara, mengapresiasikan apa yang menjadi pemikiran seorang insan, mengkritisi para pemikir besar, bahkan hanya untuk sebuah kata yang tak sanggup di ukir..
Keterbatasan adalah nikmat yang Engkau torehkan untuk terus berkarya
Dengan mimpi kau akan terus berkarya..
Orang yang bersemangat adalah orang yang mencintai segala yang dihadapinya!
(Al-Barudi)
In the name of Allah most gracious most merciful..
Memilih dan melabuhkan langkah ini pada sebuah tulisan sederhana yang akan menjadi titik titik sederhana untuk berkarya, bersuara, mengapresiasikan apa yang menjadi pemikiran seorang insan, mengkritisi para pemikir besar, bahkan hanya untuk sebuah kata yang tak sanggup di ukir..
Keterbatasan adalah nikmat yang Engkau torehkan untuk terus berkarya
Dengan mimpi kau akan terus berkarya..
Orang yang bersemangat adalah orang yang mencintai segala yang dihadapinya!
(Al-Barudi)
Langganan:
Komentar (Atom)